Saat anak menginjak usia 3 tahun, sepertinya jadi waktu yang tepat untuk mengajarkan toilet training. Toilet training adalah pelatihan pada anak mengenai buang air kecil (BAK) dan buang air besar (BAB) secara mandiri.
Dalam hal ini orang tua juga belajar untuk bersabar dan mengolah emosi saat me mberikan pelatihan. Ingat, setiap anak itu memiliki tahapan yang berbeda. Tak perlu membandingkan dengan anak-anak lainnya.
Karena, apabila belum siap maka akan terasa sulit diterima olehnya. Sebanyak apapun taktik yang sudah diberikan tetap saja sukar berhasil. Agar tidak bingun, berikut tanda-tanda buah hati siap diberi toilet training.
- Frekuensi mengganti popok lebih sedikit
Balita masih sering buang air kecil hingga berusia sekitar 20 bulan, tetapi jika 1-2 jam popok masih kering, itu tandanya sudah memiliki perkembangan dalam mengontrol kandung kemih. Sehingga, secara fisik si kecil siap untuk dilatih toilet training. - Buang air besar menjadi lebih teratur
Sebaiknya gunakan pispot untuk buang air besar. - Sudah berani saat pergi ke kamar mandi
Semakin sering si kecil mengajak BAK dan BAB ke kamar mandi langsung, maka itulah waktu yang tepat.
Biar nggak makin bingung, OKEMOM punya trik dan tips yang jitu untuk menyukseskan misi yang satu ini. Keep scrolling.
1. Beralih ke pull-up (celana training)

Saat si kecil baru akan memulai menggunakan pispot, lakukanlah dengan aman menggunakan pull-up (celana training) sekali pakai. Celana training adalah pakaian dalam yang mampu menyerap untuk melatih toilet training.
Si kecil bisa menarik pull-up ke bawah dengan sendirinya, seperti celana dalam. Pull-up dapat menyerap seperti popok dan bisa dirobek. Jika pada tahap ini si kecil sudah berhasil, cobalah beralih ke celana katun yang bisa dicuci.
2. Biarkan si kecil membuka celananya sendiri

Demi meningkatkan kesadaran si kecil terhadap sinyal yang yang Ia rasakan pada tubuhnya, biarkan Ia menuju ke toilet dengan setengah bagian bawah tidak berpakaian. Simpan pispot di dekat si kecil, sehingga Ia bisa bertindak dengan cepat saat merasakan sinyal BAP atau BAB.
3. Ingatkan si kecil jika Ia merasa ingin BAK atau pup

Perhatikan gerak-gerik si kecil, jika Ia tampak gelisah atau tegang tanyakan dengan apakah sedang merasa kebelet BAK atau BAB. Jika ‘iya’, segera perintahkan si kecil pergi ke toilet agar air urin bisa segera dibuang. Terapkan tahap ini pada malam hari saat si kecil terlelap dalam tidurnya. Pentingnya tahap ini untuk melatih anak agar mampu mengenali tanda-tanda yang timbul pada tubuhnya.
4. Jangan menyangkal minuman

Banyak orang tua yang beranggapan bahwa membatasi asupan cairan si kecil dapat mengurangi keinginan untuk kencing. Tapi ini cara yang tidak adil, biar bagaimanapun si kecil tetap membutuhkan cairan agar tubuhnya tidak mengalami dehidrasi.
Faktanya, taktik yang lebih sehat dalam melatih anak toilet training adalah meningkatkan asupan cairan, karena dapat memberinya lebih banyak kesempatan untuk pergi ke toilet.
5. Berikan motivasi untuk anak

Meskipun terkesan sepele, memberikan motivasi penuh saat anak sedang menjalani toilet training akan membuatnya lebih termotivasi untuk terus menjalani latihan ini.
Pada awalnya, orang tua bisa memberikan hadiah untuk memberikan semangat. Seiring jalannya waktu, ketika si kecil sudah merasa nyaman menggunakan pispot, hilangkan pemberian hadiah.
6. Berikan pujian

Berikan pujian ketiak si kecil sudah berhasil menjalani misi ini. Namun, hindari omelan dan menghukum jika Ia belum bisa berhasil melakukannya. Berikan kesan yang menyenangkan saat melatih anak toilet training. Dengan begitu, si kecil bisa lebih senang hati dalam menjalani tugasnya.
7. Konsisten dan sabar

Kunci kesuksesan dalam melatih anak toilet training adalah konsistensi dan kesabaran. Pada dasarnya semua butuh proses, tidak semua balita langsung berhasil meskipun sudah beberapa kali menjalani kebiasaan ini.
Bahkan, ketika Ia antusias membutuhkan waktu beberapa minggu untuk menguasai pelatihan yang sudah diberikan.
Biarkan si kecil berlatih secara bertahap, jika mom melatihnya secara konsisten lama-kelamaan Ia akan terbiasa pergi ke toilet sendiri. Selamat mencoba.